February 22, 2009

Ruang Untuk Kata

0 comment
Dunia maya dengan segala kurang dan lebihnya, kadang cukup mengasyikkan.

Saya mungkin satu dari sekian banyak orang yang bisa bertransformasi ke 'bentuk' saya lainnya waktu duduk di depan komputer, nyambung dengan internet. Saya sendiri memang lebih sering dan demen berpanjang lebar lewat media tulis ketimbang harus berkata dengan suara. Seneng aja, rasanya ada banyak ungkapan yang gak akan bisa keluar atau tuntas hanya dengan bicara. Bukan sih, saya juga bukan orang pendiem yang cuma bicara kalo ditanya (gak semisterius itu lah...), apa ya, asiknya berbeda, seperti satu tangan menggenggam sepotong meat lover pizza dan tangan lain juga sedang menguasai semangkuk ketan durian. Masing-masing punya sensasi sendiri, beda. Meski kadang saya lebih sering 'nyikat' pizza nya (dan olehnya ini badan terus memuai. Ok, gak nyambung).

I love both, dan itu sangat menghidupkan :)

February 18, 2009

December 27

0 comment




















Desember, baru di upload Februari :D.

Ngeliat foto-foto ini, aku baru nyadar kalo ini acara menguras energi sekali.

Lihat aja tuh wajah2 para orang tua mempelai yang kerekam kamera (termasuk orang tua saya!!! haha!!), pada stress smua. Apalagi mamah tuh (kiri paling atas), ya ampun...senewen beraaatttt!!!!!!!!

Foto yang aku upload disini adalah my most favourite photos, dimana moment2 yang ditangkap adalah moment 'aneh', lucu, sedikit haru, dan yang semacamnya :).

Mulai dari foto atas tengah, itu adalah detik2 paling tegang Man..., lihat aja cuma masku sendiri yang bisa 'ndrenges', padahal semua orang lagi ndredeg mikirin dia (sekali lagi, apalagi mamah!). Aku sempet terlibat dialog serius dengan masku sebelum kita sekeluarga berangkat ke rumah mempelai wanita :

'Mas, udah latian ijab blom? ntar gelagepan lho...', 'Udah...,tenang aja', 'Ih, serius?? kapan emang latiannya? kok aku gak pernah liat mas komat-kamit? dimana?', 'Beneran kok, setiap aku mandi, di kamar mandi, hehe!'.

Emang ada gitu ya orang latian ijab kabul di kamar mandi...???





















Trus adegan berikutnya, itu kita juga gak tau kenapa keluarga pihak wanita nyambut dengan memberikan minuman kayak gitu,jadi brasa kayak jamuan suku2 pedalaman,hehe! 'Kemarilah Anakku, aku menerimamu sungguh dengan tangan terbuka..', (padahal mungkin dalem ati beliau bergumam gak karuan : 'duh Gusti..., apakah keputusanku ini benar, melepaskan putriku pada pemuda ini??!!), Haha..,aku gak tau, yang jelas akad nikah adalah yang paling mengharukan, dan..., sayapun juga ikut cengeng :).

Masuk di resepsi, bagiku ini adalah penyiksaan. Berikut adalah seperangkat perlengkapan busana yang harus, wajib 'ain saya gunakan (yang kalo mangkir, mamah bakal mengusir saya dari gedung :D) : Kebaya full payet/manik2, pinky pula!!!, kain sarung (untungnya sudah dijahit serupa rok resmi), segala macem perhiasan aneh, jilbab yang lebih mirip topi 'aneh', masih dilapisi lagi dengan semacam bandana (speechless deh!), lalu yang lebih parah lagi adalah kedua kelopak mataku ditempelin sama selotip Man!, apa2an ini??!!!, brasa kaku, melek aneh, merem juga aneh, sepasang bulu mata palsu yang sudah mati2an aku tolak dan hampir berhasil melobi perias, tapi gara2 mamah masuk kamar, ngelihat perias udah nyerah...., bisa ditebak,'Pasang aja mbak, gak usah didengerin anak ini...!'. Oh Tuhan...

Ada lagi ni, high heels! saya harus memakai high heels!!!!!! ini adalah mimpi buruk bagi orang seperti saya :(.

Tapi, over all, aku seneng. Kehilangan 'kawan' satu2 nya dalam keluarga, sepanjang dia bahagia, I'll be fine :) (kenapa jadi sok bijak gini?!). And guess what?? aku udah mo punya ponakan!!!!!

hahhhhh....,senang! :)

Jadi selalu pingin pulang lebih sering, kumpul2 sama keluarga, tanya2 sama kakak ipar baru ('gimana mbak, caranya biar bisa hamil?'). Pertanyaan bodoh, aku tau. and I love them. Baru nyadar sekarang.

Oya, terimakasih banyak buat temen2 kost yang udah mau dateng, terimakasih sudah mau berfoto bersama, terimakasih sudah menyempatkan diri menyantap hidangan, terimakasih dah pokoknya!

Buat mbak2 dan adek2 yang sudah mau cape'2 dipajang di pintu masuk cuma buat ngejagain buku tamu dan kotak 'buwuh', TERIMAKASIH SEKALI. Kalian terlihat sangat kompak!!! :D. Ntar gantian bu'..., saya pasti mau dipajang kayak gitu, tenang saja.

Terimakasih untuk semuanya.

ps: itu ada foto seorang singer yang teleng2 sampe ke belakang gitu..., aku takut aja abis resepsi kepala dia gak bisa gerak lagi :D (sante aja mbak singer....).

February 14, 2009

Packing Box

0 comment
ini postingan, aku bikin di warnet deket kost. Kenapa mendadak aku pingin ngepost padahal niat awal hanya buat checking email?

Karena barusan aku denger lagu Kunang-Kunang, Es Nanas.

Stress!!!

Bukan, bukan lagunya yang stress. Aku, yang dengan sangat jujur dan gentle mau bilang kalo : I'm totally mess up! How can I packed all of these memories into one big box, put down somewhere out there, dealing with my own life, just go on forward, without that box follow me..

Aku juga agak bosen karena hampir setiap ngepost, isinya cengeng mulu. Wadehel??!! pingin ketawa-ketiwi lagi, pingin bisa ndak ngurus lagi dengan apa dan bagaimana orang lain, toh mereka juga belum tentu peduli to what I really feel. Pingin bisa nulis free lagi, don't care ini blog dibaca sama orang lalu orang itu kesinggung dengan tulisanku. Ah, peduli apa!!!

Aku pingin ngelepas semuanya, bener-bener membuka kedua tangan, membiarkan semuanya berjalan apa adanya. I know, I'm struggling too much, forcing too much, gak denger klo dari dahulu kala (lebay!) diriku sendiri sudah ngejerit-jerit gak nahan.

Sepertinya akan lebih baik klo aku mencintai diri sendiri dulu, mengumpulkan cinta untuk memahami diri, sebelum pergi untuk mencintai orang lain.

haha! iya, tau, ini terlihat sangat berlebihan. Maaf....:)

Semoga ini jadi postingan terakhir yang berbau keluhan, berbau cengeng. I'll learn how to laugh like a baby, again...

"kunanti dirimu, sampai aku ketiduran
ku mimpi di kejar kunang-kunang,
taringnya keluar kepalanya membesar
kutakut dikejar kunang-kunang..."

ps : untuk kamu, Aku mencintaimu, selalu. Untuk yang mungkin upset dengan pernyataan ini, maaf, but no one can stop love, I respect you, always. Untuk kalian, God Bless you, all :).

February 08, 2009

Aku Ada

0 comment
Melukiskanmu saat senja
Memanggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang lebih pilu
Tiada yang menjawabku
Selain hatiku dan ombak berderu

Di pantai ini kau slalu sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat ku tiba
Suaraku memanggilmu
akulah lautan ke mana kau s'lalu pulang

Jingga di bahuku
Malam di depanku
Dan bulan siaga sinari langkahku
Ku terus berjalan
Ku terus melangkah
Kuingin kutahu engkau ada

Memandangimu saat senja
Berjalan di batas dua dunia
Tiada yang lebih indah
Tiada yang lebih rindu
Selain hatiku andai engkau tahu

Di pantai itu kau tampak sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat kau rasa
Pasir yang kau pijak pergi
akulah lautan memeluk pantaimu erat

Jingga di bahumu
Malam di depanmu
Dan bulan siaga sinari langkahmu
Teruslah berjalan
Teruslah melangkah
Ku tahu kau tahu aku ada

(Dewi Lestari, Aku Ada)

ps : Maaf untuk tidak terlalu kreatip belakangan ini, I'm not in the mood on writing, entah karena ngeblank ato justru karena jidat lagi full idea...:(. Tapi yang jelas aku emang lagi gandrung sama lirik-liriknya mbak Dewi Lestari. Semakin aku dengerin, semakin aku merasa kisut, Arrgghhh..., aku rindu 'pulang'!!!

Zero Point

0 comment
I hate this salty water,




coming from my eyes...

February 06, 2009

Written

0 comment
dan jika semua telah tertulis disana,
mengapa manusia harus menyesali kegagalan,
mengapa memunggungi ketidaksempurnaan,
memurkai kealpaan,

dan bahwa masa depan kita adalah serupa jalan berkelok, menyempit seperti gambar pemandangan gunung dan lerengnya yang kerap kita goreskan saat TK dulu, yang tak akan pernah kita lihat dan ketahui ujung dan teksturnya kecuali dengan terus berjalan maju, langkah per langkah;


I know it has been written down, there;

dan mengapa kita tidak merasakan saja jalan yang telah dan sedang ditapaki, memberi tanda padanya, hingga usah lagi meloncat kesakitan atau terjatuh tanpa disangka bila ditemui kembali jalan serupa;

Jika semua telah tertulis disana,
mengapa menangisi semuanya?;

Mungkin saja, hidup tak serumit yang kita rasa, maka mari terus berjalan, memaknai rintangnya, mensyukuri lapangnya, menyuburkan tanahnya, hingga tiap-tiap kita dapat mengakhirkan perjalanan dengan bahagia yang tak mesti sama...

:)

February 02, 2009

Peluk

0 comment
Menahun, ku tunggu kata-kata
Yang merangkum semua
Dan kini ku harap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku

Tiada yang tersembunyi
Tak perlu mengingkari
Rasa sakitmu
Rasa sakitku

Tiada lagi alasan
Inilah kejujuran
Pedih adanya
Namun ini jawabnya

Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera

Sadari diriku pun kan sendiri
Di dini hari yang sepi
Tetapi apalah arti bersama, berdua
Namun semu semata


Tiada yang terobati
Di dalam peluk ini
Tapi rasakan semua
Sebelum kau kulepas selamanya

Tak juga ku paksakan
Setitik pengertian
Bahwa ini adanya
Cinta yang tak lagi sama

Dan kini ku berharap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku...


-Dewi Lestari feat Aqi Alexa, Peluk-

Sadisss.....syairnya.... :)