June 08, 2009

Natemi-Windarto I : Kentut, Upil dan Tembakau

0 comment
Untuk Win,
yang sedang membaca,

Hai,
semoga kau tidak terkejut melihat kertas bertuliskan tinta hitam ini tiba-tiba terselinap di kamarmu, di balik pintumu. Tenang saja Win, ini bukan nota tagihan bulanan dari induk semang kosmu. Eh, ngomong-ngomong apa kau masih saja gemar menunggak iuran kamar? dasar sok pelupa.

Sebelumnya, terimakasih telah bersedia menyentuh, membuka dan membaca ini. Aku menulisnya tengah malam, waktu ayah dan ibu sudah damai dalam tidur mereka. Ya, aku tahu informasi ini sama sekali tak penting. Biasanya selarut ini aku pasti sudah memeluk guling, tapi sekarang entah mengapa kelopak mataku terasa seperti terganjal oleh sebatang tusuk gigi restoran. Aku sudah banyak kehilangan waktu istirahat malamku Win, karenanya aku sangat berharap kau sudi menyediakan waktu sebentar saja untuk mengolahragakan dua bola penglihatan di wajahmu, membaca tulisanku yang katamu dulu tak terlalu baik. Walaupun kata orang, tulisan tak baik pasti berbanding terbalik dengan paras empunya tulisan. Terbukti, bukan?