July 31, 2008

Balada Pecandu

5 comment
kadang, aku kesian sama pecandu. ya, mereka yg kepalang basah tergantung (menggantungkan diri) dengan segala macem obat2 ajaib yang katanya terlarang.

kayaknya kita semua sudah ngerti lah, gimana getirnya (seehh... getir!!) dunia pecandu, sebenernya bukan bener2 dunia mereka yg getir tapi dunia orang lain/ dunia lain, surrounding them. ya orang tua,sodara, kawan2 (bagi yg concern), masa depan, pendidikan, karir dan lain sebagainya, kesemuanya (katanya nih) potensial untuk bertransformasi menjadi sesuatu yg buruk, meski jika mereka semua beruntung bukan gak mungkin akan ada transformasi oposisi untuk membalikkan pada kondisi semula, bahkan lebih baik.

July 29, 2008

Bendera Putih

0 comment
hari ini, 
terbangun di kasur busa empuk, tapi tetap merasa berbaring di atas kasur kapuk gepeng dalam kamar 3x3 meter,
menggigil dingin, toh masih mengingat butiran kecil peluh menghias kening dan leher.

hari ini,
berdiri membersihkan tubuh di bawah pancuran air hangat
dengan pikiran berlari pada setiap ayunan gayung yang dengannya aku terguyur sejuk air.

hari ini, 
duduk bersandar pada jok mobil ayah, meluncur santai di jalanan sepi, tapi entah mengapa masih saja terbayang aku berkawan roda dua kesayangan melaju mengitari jalan sesuka hati.

hari ini,
seperti tiga hari lalu, mencoba menyudahi tunggu
di tiap penghujung pagi dan malam

untuk menyambung sedikit bahagia,
namun tak bisa.

hari ini, esok akan segera terbit,
tak juga terpejam, sadar bahwa aku sedang berlari dari gepengnya kasur, dinginnya air, roda dua kesayangan dan tunggu yang mulai liar menyiksa.
aku tak menjumpainya dalam nyata, namun ia datang mendekat dalam lelap,
aku tak mendapatinya dengan mata, sedang ia terus mengikuti kemana angan bersembunyi,

hari ini,
kuangkat bendera putih pada wajah takdir,
hingga tak usah lagi berlari menjauh tinggalkan nyata.

aku, mengangkat tangan, berdamai dengan takdir.

July 21, 2008

Melawan Sepi

0 comment
Hari sabtu kemaren seorang kawan tiba2 dateng ke tempatku. kawan lama, kesibukan masing2 ngebuat kita gak bisa keep in touch sesering dulu, tapi gimana2 dia adalah salah satu kawan yang gak ada duanya. unik, gak bisa disamain dengan siapapun, dan dalam banyak hal kita seperti kancing baju dengan lubangnya, saling ngelengkapin, ngerasa ada dalam satu jalan pikiran (weisss, tenang..., aku masih normal!)

lama gak ketemu dia masih aja kayak dulu. seorang wanita yang bener2 apa adanya, jauh dari potret cewek2 sekarang, yang menurutku hampir semua seragam : cara ngomong seragam, gaya rambut identik, bahasa tubuh kembar dan jangkauan pikir yang sama (pendek, hehe!!). itu semua yang kadang ngebuat kita tetep bisa 'nyambung' dalam setiap obrolan, karena dia dan aku, kurang lebih sama. hangat, kesan yang ada waktu itu. kita ngobrol kesana kemari, meski ada sedikit kesan..., seems like...,ahh aku gak bisa deskripsikan persisnya, apa ya, kayaknya ada semburat muram, sesekali kelintas emosi sedih yang sengaja dia kubur tapi tetep aja gak bisa dia sembunyikan aromanya. aku ngebaca itu semua. sengaja memang, gak aku tanyain, gak pingin lah ngerusak atmosfer yg udah kebangun.

July 11, 2008

What The H***?!

2 comment
Lama-lama, gak tahan buat gak ngomentarin kind of reality show di stasiun TV kita. acara yang biasanya muncul pas sore sampe menjelang maghrib dan didominasi sama orang-orang muda. Gaul abis.

Jika dilihat sepintas, sebenernya tayangan seperti ini cukup mampu menarik penonton, dengan jam tayang sore hari, memang waktu pas buat break dari kesibukan, pelajar khususnya. kemasan acaranya juga gak buruk-buruk amat, lumayanlah dari segi tampilan, person yang terlibat dan komponen lain, layak sekali untuk dilaunching.

aku sendiri, awalnya biasa saja dgn mereka. tapi rasa 'biasa' itu lambat laun berevolusi jadi sensasi 'eneg'. Ya, ke'eneg'an yang nyata dan kian memuncak. berikut aku tulis poin-poin yang dengan sukses menumbuhkan rasa 'eneg' ku atas keberadaan mereka (red:reality show remaja) :

  • Mari kita definisikan dulu, yg dimaksud dengan reality show disini adalah semua jenis tayangan yang temanya gak jauh dari ngobok-ngobok relationship dari 2, 3, atau lebih manusia, pasti tau lah judulnya, kayaknya gak perlu dipublish disini. Yang pasti aneh-aneh namanya, hampir gak ada yang pake bahasa baku. Tapi tidak aku sebut sebagai suatu yang kreatif, dan seperti yang dibilang diatas, gaul abis.

  • Mmm,aku gak tau apa dan gimana pendapat para remaja (karena kayaknya aku udah remaja coret ;p), tapi menurutku ni, acara-acara itu nanggung. menghibur gak, serius gak, ndidik juga gak (banget).

  • Penuh ketidakrealistisan, sangat jauh dari tataran logis. Nyadar gak sih, sangat kebaca kalo semua hal yang ada disana tuh absolutely set by design. jadi yang terjadi adalah sebuah kesengajaan yang ingin terlihat sebagai ketidaksengajaan para pelakunya.

  • Ok, taruhlah memang itu smua dah di set. aku bilang, amatiran sekali si sutradaranya?! dengan dialog yg sangat jauh dari natural, eksploitasi pada bahasa tubuh yg monoton, dan ini yang selalu ada di pertengahan acara ato di akhirnya : berantem. dan dgn jumawanya host akan bersusah payah utk melerai dua pihak yg udah 'terlihat' kesetanan. After that : iklan lewat (selalu tuh, perhatikan deh)

  • Atau andaikan memang acara gitu bener-bener real, gak di set dan pihak stasiun TV hanya fasilitator aja. apa sebegitunya realita yang ada di seputar relationship manusia? dan klo ya, orang macem apa yang rela privasinya di ubek, ditonton berjuta pasang mata? kayak apa reaksi keluarganya? asli, sampe disini aku bener-bener gak abis pikir. what the h***?!

  • Satu lagi, apa yang ada di otak para peserta reality show yang aneh ini? kenapa mereka dengan bangga dan meyakinkan memilih berseteru dengan sesama ce/co hanya buat berebut satu ce/co yang kadang juga gak jelas objek rebutan ini suka sama yg mana (sebuah ketololan yg makin mewabah saat ini, awas tertular!)
Finally, aku sampe pada kesimpulan ekstrem berikut :

  • SDM broadcasting kita kayaknya udah jauh dari kreatifitas. mereka hanya work by order ato mungkin udah jadi budak trend. jadi genre acara apa yang lagi rame ya itu dia yg bakal diproduksi gede-gedean. asalkan masukan iklan banyak dan rating menanjak tinggi, udah cukup bikin mereka puas

  • Kalo memang mereka riil, kayaknya anak muda sekarang termasuk golongan exhibitionism. gak rikuh nunjukin problem pribadinya ke khalayak ramai, gak risih mem-publish terang2an privasinya secara detail di hadapan umum.

  • Kalo mereka hanya set by design, aku bilang ternyata anak sekarang kurang kerjaan banget. bersedia dibeli untuk mem'bintang'i tayangan sepele macem gitu, tanpa esensi, tanpa ada proses belajar yang bisa diambil. (weeiisss, kumat lincipnya nih, hehe!)

  • Dan, kalo ini diterusin tanpa ada peningkatan konten acara, maka lama-lama kita bakal keracunan dengan nilai hubungan antar manusia yang dangkal, childish dan itu tadi, mengundang ke'eneg'an.
Ini hanya opini pribadi aja, itupun aku udah nahan-nahan setengah mati untuk gak nulis sebenernya. tapi aku pikir gak ada salahnya juga aku pajang disini, toh mereka juga udah gak peduli sama efek yang berlaku di masyarakat berkat karya 'dangkal' mereka ;p

Maaf buat yang akan tersinggung dengan ini (GeEr sekali ya? iya klo ada?!) hehehe!

July 04, 2008

Mengapa Harus Ada?

0 comment
Ada yang menarik dari berita di JAWAPOS-Metropolis, edisi Rabu 3 Juli08 :

Toleransi Waktu Cuma 30 Menit
Hari Ini, 25.840 Peserta SNM-PTN Jalani Ujian


''Ruangan tempat menyimpan soal telah digembok dan disegel. Ada tanda tangan dari beberapa rektor PTN. Jadi, tidak mungkin bisa dibuka sembarangan. Semua yang berjaga di sini adalah orang-orang tepercaya,'' ujar Budiadi.

Ruangan yang telah disegel tersebut baru akan dibuka pada pukul 02.30 dini hari tadi. Lima rektor dari Unesa, ITS, Unair, IAIN, dan Unijoyo akan menjadi saksi pembukaan ruang penyimpanan soal itu. ''Kalau kelimanya tidak bisa datang, tiga saja cukup. Biasanya hanya dari ITS, Unesa, dan Unair,'' jelasnya.

Setelah dibuka, soal-soal itu akan dimasukkan ke kotak-kotak yang telah disediakan sebelumnya sesuai dengan lokasi ujian. Di dalam kotak tersebut, juga dimasukkan perangkat seperti obat-obatan ringan, pensil, penghapus, bolpoin,
dan pembalut wanita.
-----------------
(!!??!), perangkat terakhir, beneran tuh ada?
gak sih, cuma kesian sama lembar soalnya aja, tidak adakah tempat lain untuk menyimpan 'perangkat' yang satu itu? tiba-tiba aku mbayangin gimana perasaan lembar per lembar soal yang kumpul kebo sama 'yang tak untuk diumbar' itu, ffiiiuhh...,semoga aja gak ada perubahan isi soal secara ajaib seperti tiba2 ada pertanyaan : 'pembalut manakah yang memiliki daya serap lebih tinggi?'
klo bener gitu, kesian peserta ujian cowok, pasti pingsan ngebacanya.

atau..., pas ada peserta yang kbetulan gak bawa penghapus, trus minta sama si pengawas. dengan bangga si pengawas membuka kotak ajaib dan...., keluarlah penghapus jumbo yang super duper lembut dan aman buwat kertas, uuppss...., bukan salah si pengawas, pastinya.

lagian, ngapain gitu pake nyertain barang itu di perangkat cadangan?! aneh! aku pikir itu sepenuhnya tanggung jawab peserta lah, berapa jam sih ujian per harinya? jauh dari skala prioritas, dan tempat nyimpennya itu lho..., mengundang keprihatinan.

hhhhaaahh...,whatever lah.
ini adalah posting paling iseng yang pernah aku tulis. out of mind ni..., hu huhu....

see u.